Mahalnya Harga Divestasi Freeport
Saat Freeport McMoran (FCX) menandatangani kontrak karya pertama 49 tahun lalu, posisi tawar Indonesia begitu lemah. Sebagai negara yang baru saja merdeka dan masih menjalani transisi pemerintahan, Indonesia masih sangat hijau untuk urusan negosiasi pertambangan.
“Bisa dikatakan Freeport menuliskan sendiri tiketnya,” tulis Charles Kernot, analis tambang dari BNP Paribas. Sekarang, PT Freeport Indonesia (PTFI) menawarkan divestasi saham 10,64 persen seharga 1,7 miliar dolar. Apakah harga itu layak dibayar Pemerintah Indonesia?
Dari Ertsberg ke Grasberg
Pada 23 Oktober 1963, geolog asal Belanda Jean-Jacques Dozy bertolak dari Pelabuhan Babo di Teluk Bintuni untuk mencapai Carstensz, gunung tertinggi di Papua. Dengan menumpang kapal uap Albatros, Dozy yang ikut dalam rombongan Dr. A.H. Colijn sampai di Aika, pantai selatan Papua pada hari keempat. Ditambah dengan perjalanan bermoda perahu dan jalan darat, akhirnya mereka tiba di tempat yang kemudian dinamai Ertsberg (gunung bijih) itu pada 7 November.
“Terdapat bijih tembaga mengandung emas yang dapat kita temukan dalam kalkopirit, malasit, lazuli, dan bornit,” tulis Dozy dalam jurnal yang diterbitkan pada 1939, atau 28 tahun sebelum kesepakatan kontrak karya pertama.
Walau Dozy sudah mencatat bahwa bijih tembaga Ertsberg mengandung emas, kontrak tambang yang berlaku selama 30 tahun itu menuliskannya sebagai tambang tembaga. Kotanya pun dinamai Tembagapura. Freeport hanya membayar royalti atas penjualan tembaga, tapi tak membayar royalti atas emas dan perak. Charles Kernot dalam bukunya Valuing Mining Companies (1999) menulis bahwa keuntungan dari emas dan perak inilah yang membuat Freeport bertahan jadi salah satu perusahaan tambang tembaga terbesar di dunia. Termasuk saat terjadi depresi harga tembaga dunia pada 1980an.
Pada 1991, pemerintah Indonesia dan Freeport memperbarui kontrak karya. Apalagi saat itu sudah dikaji adanya tambang lain untuk dieksplorasi, Grasberg, tak jauh dari lokasi Ertsberg. Selain ada penambahan royalti tembaga untuk pembangunan lokal, kontrak itu juga mewajibkan royalti atas emas dan perak.
Harga Saham Terus Turun
Hingga kini, emaslah yang menjadi tambang utama PTFI. Meski cadangan tembaga Freeport di Indonesia kurang dari 30 persen jumlah cadangan tembaga FCX di seluruh dunia, cadangan emasnya mendekati angka 100 persen. Keuntungan yang didapat pun relatif stabil. Dalam rentang 2005 sampai 2014, PTFI menyumbang laba untuk FCX pada kisaran 3-4 miliar dolar.
Meski laba FCX baik di Indonesia maupun secara total relatif stabil dalam delapan tahun terakhir (sampai 2014), tidak demikian yang terjadi dengan harga sahamnya. Dalam setahun terakhir ini, saham FCX terus merosot sampai harga per lembarnya hanya 4,2 dolar AS pada penutupan 14 Januari 2016. Padahal, tiga tahun sebelumnya, harga saham FCX bisa mencapai lebih dari 10 kali lipat angka itu.
Pada Juni 2015, Investopedia sudah menganalisis soal kemungkinan jatuhnya saham FCX ini berdasarkan tiga alasan. Pertama, tren harga tembaga yang terus menurun. Pada Mei 2015 harga tembaga masih 2,95 dolar AS per ons, sedangkan sekarang (28 Januari 2016) harganya 2,07 dolar AS.
Faktor kedua yang memperlemah kepercayaan investor adalah masalah PTFI di Indonesia. Tahun lalu, Instopedia menulis soal izin ekspor konsentrat Freeport sempat dihentikan beberapa hari karena dianggap belum memenuhi syarat dari pemerintah terkait pembangunan smelter di Gresik. Sekarang, izin yang berlaku 28 Juli 2015 sampai 28 Januari 2016 itu pun belum diperpanjang lagi karena pemerintah masih menanti Freeport menyetor dana komitmen pembangunan smelter sebesar 530 juta dolar AS.
Faktor ketiga adalah menurunnya harga minyak dan gas secara umum yang menyebabkan terganggunya arus kas Freeport McMoran. Karena adanya kesenjangan antara arus kas dan belanja modal, FCX menawarkan saham-saham kepemilikannya dalam bisnis minyak dan gas. Tapi persoalannya, minyak dan gas sedang harganya sedang sangat rendah di pasar. Kecil kemungkinannya penawaran itu diterima oleh pasar, sehingga akan memperburuk jatuhnya saham FCX.
SUMBER : https://tirto.id/mahalnya-harga-divestasi-freeport-hL
Tidak ada komentar:
Posting Komentar