Iran Versus Arab Saudi, Siapa Lebih Kuat?
Kondisi Timur Tengah memanas di awal 2016. Tindakan kerajaan Arab Saudi mengeksekusi mati ulama Syiah asal Iran, Syaikh Nimr al Nimr membuat situasi di wilayah kaya minyak tersebut bergejolak. Iran protes keras atas eksekusi itu. Sebaliknya, Saudi merasa eksekusi itu pantas diberikan karena Syaikh Nimr dianggap telah melontarkan kebencian pada kerajaan.
Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, Adel al-Jubeir, memberi waktu 48 jam kepada duta besar Iran untuk keluar dari Saudi pada 3 Januari 2016. Sesaat setelah kebijakan tersebut, kedutaan besar Saudi di Tehran diserang dan mengakibatkan kantor perwakilannya dibakar massa. Sebanyak 44 orang ditangkap terkait serangan terhadap kedubes Saudi tersebut.
Saudi makin marah. Setelah memutus hubungan diplomatik, kerajaan Saudi juga melarang penerbangan dari dan menuju Iran pada 4 Januari. Tidak hanya Arab Saudi, Bahrain dan negara-negara sekutu dekat seperti Kuwait juga memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.
Inilah untuk kesekian kalinya Arab Saudi dan Iran terlibat perselisihan sengit. Dua negara yang sama-sama kaya minyak saling bersaing dan berkonflik karena masalah ideologi. Bagaimana peta kekuatan dua negara ini?
Konflik Lama
Ada beberapa alasan yang dapat ditarik sebagai penyebab ketegangan antara Saudi dan Iran. Analisis dari Noah Feldman, profesor hukum Universitas Harvard, menyebutkan, salah satu pemicu perselisihan yakni membaiknya hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sejak dicabutnya embargo, AS dan Iran menunjukkan sentimen perbaikan hubungan yang positif. Presiden AS Barack Obama misalnya, beberapa kali mengutip pemimpin tertinggi Iran, Ayatolah Khamenei, yang mengharamkan senjata pemusnah massal dan nuklir.
Di Saudi dan Iran, perempuan yang menempuh pendidikan hingga bangku kuliah mengalahkan jumlah laki-laki. Banyak dari perempuan Saudi yang meneruskan jenjang pendidikan hingga perguruan tinggi, bedanya mereka tidak bekerja setelah lulus karena berubah peran menjadi istri dan ibu rumah tangga. Di Iran, perempuan bisa meneruskan pekerjaannya secara bebas. Fareed Zakaria menyebut 32 persen perempuan Iran yang lulus dari perguruan tinggi bekerja di berbagai sektor. Di Saudi, hanya 21 persen dari perempuan yang lulus universitas melanjutkan bekerja.
SUMBER : https://tirto.id/iran-versus-arab-saudi-siapa-lebih-kuat-bC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar