Rabu, 16 November 2016

MENCATAT


Singkirkan Laptopmu dan Mencatatlah


Membuat catatan pelajaran atau kuliah dengan laptop memang praktis. Bisa lebih cepat, dan hasilnya bisa disimpan pada harddisk maupun penyimpanan cloud macam Google Drive. Bandingkan dengan mencatat di buku tulis. Selain perlu waktu lama, buku juga bisa tertinggal, robek, ketlingsut, bahkan hilang. 

Guru dan dosen kini juga kerap memberi tugas yang harus diketik, bahkan sebagian harus dikumpulkan lewat e-mail. Jika membuat catatan kuliah di laptop, tentu akan lebih mudah mengerjakan dan mengumpulkan tugas-tugas dalam bentuk digital itu. Soal harga, bagi pelajar dan mahasiswa kelas menengah, laptop pun kian terjangka. Terutama kategori low-end.

Jika melihat hal-hal di atas, tampaknya tak ada alasan untuk tak mencatat kuliah dosen dengan laptop. Tapi, riset baru-baru ini menyarankan hal lain. Jika kamu ingin lebih pintar, lupakanlah kebiasaan membuat catatan dengan laptop.

Sebelumnya memang ada studi yang menyebutkan bahwa kebiasaan mencatat dengan laptop akan membuat konsentrasi terpecah karena banyak distraksi. Selagi kebosanan mendengar ceramah dosen, dibukalah search engine dan dikliklah laman-laman jahanam itu: Twitter, Facebook, Reddit, atau apapun.

Tapi, kalaupun kamu benar-benar hanya menggunakan laptop di kelas untuk menyalin ceramah dosen, ternyata menulis catatan tetap membuahkan hasil terbaik. 

Pam A. Mueller dari Princeton University dan Daniel M. Oppenheimer dari University of California membuat studi yang membandingkan hasil belajar antara catatan yang dibuat dengan ditulis tangan dengan catatan yang dibuat di laptop tanpa mahasiswa membuka aplikasi lain. 

Menurut Mueller pada NPR.org, orang yang mengetik cenderung membuat catatan verbatim dan menulis semua isi kuliah sebanyak yang mereka bisa. Sebaliknya, “dalam studi kami, mahasiswa-mahasiswa yang ditugaskan menulis catatan dipaksa untuk lebih selektif—sebab kamu tak bisa menulis secepat kamu mengetik. Dan pemrosesan bahan kuliah dalam waktu yang lebih lama itulah justru menguntungkan mereka.” 

Mengapa bisa menguntungkan? Ada dua hipotesis yang diajukan kedua peneliti.

Pertama: hipotesis terkait proses pengkodean atau encoding hypothesis. Saat seseorang mencatat, proses-proses yang terjadi memungkinkan peningkatan pembelajaran dan proses mengingat materi kuliah. 

Kemungkinan yang kedua: hipotesis terkait tempat penyimpanan (bahan kuliah) eksternal atau external-storage hypothesis. Ini yang terjadi saat kamu belajar dengan melihat kembali catatanmu, atau catatan milik teman-temanmu. 

Karena orang rata-rata mengetik lebih cepat ketimbang mencatat, memakai laptop memungkinkan seorang mahasiswa mengetik semua yang didengarnya. Berarti, keuntungan mencatat dengan laptop adalah mahasiswa bisa melihat dan membaca kembali catatan yang lebih lengkap. Apakah keuntungan itu lebih berguna dibanding keuntungan menulis catatan yang memungkinkan mahasiswa memproses informasi dengan lebih baik tapi catatannya lebih minim?

Studi Mueller dan Oppenheimer menjawab pertanyaan itu.

Mereka mengumpulkan mahasiswa dan menunjukkan ceramah-ceramah TED tentang berbagai topik. Hasilnya, mereka memang menemukan bahwa mahasiswa yang mengetik perkuliahan di laptop punya catatan lebih banyak dibanding yang mencatat pada buku tulis. Tapi, mana yang mengingat informasi lebih baik? Tergantung tipe pertanyaannya. 
SUMBER : https://tirto.id/singkirkan-laptopmu-dan-mencatatlah-bJp2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar