Rabu, 16 November 2016

MAKANAN KHAS LAMPUNG


MAKANAN KHAS LAMPUNG
Makanan khas Lampung sendiri beberapa ada yang menyerupai makanan khas Sumatera Selatan. Hal ini tentu saja tidak mengherankan. Salah satu faktornya adalah lokasi Lampung dan Sumatera Selatan yang berbatasan sehingga dalam beberapa hal memiliki kemiripan.

Dalam hal kuliner, Lampung dan Palembang memiliki kesamaan dalam hal cita rasa. Masyarakat Lampung dan Palembang sama-sama menyukai Sambel dengan rasa asam manis. Selain itu, beberapa makanan khas juga sama-sama memiliki bahan dasar yang berbau ikan.

Tanpa panjang lebar, berikut ini 13 kuliner dan oleh-oleh khas Lampung yang bisa dijadikan referensi bagi anda:

1. Pempek


pempek lampung

Jika anda mendengar kata pempek, mungkin pikiran anda langsung terbayang ke pempek Palembang. Eits, tunggu dulu, Pempek juga ternyata merupakan makanan khas masyarakat Lampung. Memang terdengar sama-sama pempek, tapi sebenarnya ada sedikit perbedaan.

Jika pempek Palembang memakai ikan belida, berbeda dengan pempek Lampung. Pempek Lampung kebanyakan memakai ikan tengiri. Ikan belida susah didapat di Lampung. Sebagai gantinya, ikan tengiri digunakan untuk pembuatan pempek Lampung.

Pempek sendiri merupakan kuliner yang terbuat dari bahan utama berupa ikan (di lampung ikan tenggiri), tepung terigu, telur, tepung tapioka/sagu, ditambah bumbu berupa bawang putih, gula, dan garam.

Pempek dimakan bersamaan dengan cuka yang berasa asam manis. Bagi anda yang ingin mencicipi pempek di Lampung, silakan datang ke Pusat Pempek di Lampung, yaitu di  Jalan Mayor Salim Batubara. Di sepanjang jalan ini anda akan menemukan banyak tempat penjual pempek khas Lampung.

2. Tempoyak


tempoyak lampung

Lampung merupakan pusatnya durian. Pada saat musim panen, buah durian dapat anda jumpai di mana saja. Karena banyaknya buah durian di Provinsi Lampung, tidak aneh jika masyarakat membuat makanan khas Lampung yang berbahan dasar durian.

Salah satu makanan Lampung dari durian adalah tempoyak. Tempoyak biasa juga disebut orang sebagai durian busuk yang enak.

Tempoyak ini dibuat dari daging durian yang telah matang benar, lalu dipisahkan dari bijinya, setelah itu ditambahkan garam sedikit dan juga cabe rawit dan simpan dalam wadah tertutup rapat pada suhu ruangan.

Tempoyak sendiri merupakan buah durian yang difermentasikan. Setelah disimpan dalam wadah tertutup rapat selama tiga sampai lima hari, buah durian sudah terfermantasikan dan telah menjadi tempoyak. Rasa tempoyak asam namun masih tersisa manisnya juga.

Tempoyak biasa diolah lagi oleh masyarakat Lampung menjadi sambal yang biasa dimakan dengan ikan. Selain dijadikan sambal, tempoyak juga diolah menjadi masakan seperti gulai tempoyak dan pepes tempoyak.

3. Seruit


Masih belum jauh-jauh dari durian, makanan khas Lampung selanjutnya adalah Seruit. Seruit ini sangat lezat dinikmati bersamaan dengan nasi panas. Rasa ikan yang nikmat akan menambah nafsu makan anda.

Seruit ini merupakan ikan yang digoreng atau dibakar yang dicampur dengan bumbu-bumbu tertentu. Ikan yang digunakan bukan ikan laut, melainkan ikan sungai seperti baung, layis, belide, dan lainnya.

Sebenarnya seruit ini tidak jauh berbeda dengan ikan bakar atau goreng lainnya. Sambal yang digunakan pun menggunakan bahan-bahan standar seperti membuat sambal terasi. Hanya saja pada saat makannya, ikan tersebut selain dimakan bersamaan dengan sambal, juga dimakan juga dengan tempoyak dan lalapan lain seperti terong bakar, jengkol, daun kemangi, dan daun jambu biji.

4. Pindang


pindang lampung

Masyarakat Lampung sangat suka makanan yang terbuat dari ikan. Selain seruit dan pempek, olahan ikan yang lain adalah pindang. Pindang ini menggunakan beberapa jenis ikan seperti pindang patin, pindang baung, pindang bandeng, dan pindang ikan mas.
Pindang khas Lampung memiliki rasa khas asam gurih. Tentunya sangat disayangkan jika berkunjung ke Lampung tapi tidak menikmati kuliner yang disajikan dalam mangkuk dengan kuah kuning hangat ini. Aromanya harum karena diberi daun kemangi atau juga nanas.

5. Geguduh


Geguduh pada hakikatnya merupakan pisang goreng. Hanya saja, pisangnya tidak digoreng secara utuh. Untuk membuat geguduh, pisang dihaluskan terlebih dahulu, kemudian dicampur dengan tepung terigu. bisa juga ditambahkan susu dan selai. Ada juga yang menambahkannya dengan gula agar lebih manis.

Setelah bahan-bahan tadi dicampur lalu diaduk-aduk, lalu tinggal dibentuk sesuai selera, bisa memanjang atau bulat. Setelah itu tinggal digoreng sampai matang.

Geguduh biasanya menggunakan pisang kepok yang rasanya manis. Geguduh sangat nikmat jika dimakan bersamaan dengan secangkir kopi atau teh manis di pagi hari.

6. Gabing 


Gabing merupakan masakan khas Lampung yang berbahan dasar batang kelapa muda. Batang kelapa muda ini diiris tipis-tipis, lalu direbus terlebih dahulu dengan dicampur bumbu dan rempah sampai aromanya harum.

Gabing biasa dimasak dengan kuah, meskipun ada juga yang memasaknya tanpa kuah. Gabing juga bisa dicampur dengan bahan-bahan lain seperti daging dan jamur.

7. Kue Lapis Legit


lapis legit lampung

Kue lapis legit adalah kue khas Lampung dengan rasa manis yang benar-benar legit. Rasanya sangat manis. Kue lapis legit ini sering disajikan pada acara lebaran, hajatan, atau ada acara pesta-pesta tertentu.

Sesuai dengan namanya, kue ini terdiri atas lapisan-lapisan tipis kue. Kue lapis legit ini terbuat dari Orchid butter, gula pasir, tepung terigu, kuning telur, susu kental manis, bumbu kue lapis (dapat dibeli di toko dan supermarket), dan vanila.

Kue lapis legit tergolong kue mewah. Harga kue lapis legit tergolong lumayan, ratusan ribu per loyangnya. Untuk membuat kue ini dibutuhkan kesabaran untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

8. Engkak


Engkak merupakan makanan khas Lampung yang terbuat dari bahan-bahan berupa tepung ketan putih, telur ayam, gula pasir, santan, susu kental manis, dan mentega.

Engkak biasa disajikan pada acara-acara besar seperti hari raya atau hari pernikahan/hajatan mendampingi kue lapis legit.

Engkak ini mempunyai cita rasa manis. Bagi anda penggemar kue manis, tentunya bakal suka dengan Engkak ini. Silakan datang ke Lampung dan nikmati makanan khas Lampung ini. 

9. Keripik Lampung


Lampung merupakan pusatnya keripik pisang. Keripik pisang ini bukan sembarang keripik pisang. Keripik pisang di Lampung telah dimodifikasi dengan berbagai macam rasa seperti keripik pisang rasa keju, rasa durian, rasa coklat, rasa susu, rasa strawbery, rasa melon, dan masih banyak lagi.

Selain keripik pisang, ada juga keripik nangka, keripik singkok, dan ubi-ubian lainnya. Jika anda ingin membeli keripik lampung sebagai oleh-oleh, anda dapat mengunjungi Jalan PU. Di situ berjejer tempat-tempat menjual keripik untuk oleh-oleh. 

10. Kemplang


Kemplang adalah kerupuk khas Lampung yang digoreng tanpa menggunakan minyak. Cara memasak kemplang dengan dipanggang, jadi sama sekali tidak mengandung minyak. Kemplang memiliki cita rasa yang gurih dengan rasa ikan.

Kemplang biasa dimakan dengan sambal yang rasanya asam manis. Kemplang bisa juga dimakan dengan dicocol ke cuka, seperti cuka pempek. Kemplang harus anda beli sebagai oleh-oleh anda dari Lampung menemani keripik khas Lampung dan juga kopi Lampung.

11. Umbu


Selain makan yang terbuat dari batang kelapa muda, masyarakat Lampung juga mempunyai makanan khas yang terbuat dari bahan yang tidak biasa, yaitu Umbu. Umbu adalah makanan khas Lampung dari rotan yang masih muda yang direbus sampai lunak.

Rasa dari Umbu ini pahit seperti pare. Umbu biasa dinikmati dengan cara dioseng atau bisa juga digunakan sebagai lalapan. Terkadang, umbu digunakan juga sebagai campuran masakan lain. Saat ini, umbu sudah jarang dijumpai. 

12. Gulai Taboh


Gulai taboh dapat diartikan juga sebagai gulai santan. Sesuai dengan namanya, makanan ini merupakan makanan dengan kuah santan.

Gulai taboh terbuat dari kacang-kacangan dan umbi-umbian seperti kacang merah, kacang panjang, kentang, ubi jalar, dan labu. Selain bahan tersebut, biasanya Gulai Taboh ditambah juga dengan ikan, udang, atau melinjo.

13. Sambal Lampung


Sambal Lampung bisa dijadikan oleh-oleh Khas pada saat anda berkunjung ke Lampung. Sambal Lampung sudah banyak yang dikemas dalam botol dan tinggal bawa.

Sambel Lampung mempunyai rasa yang pedas yang bisa dimakan dengan apapun. Bisa untuk lauk makan, atau dimakan bersama cemilan lainnya.

Itulah tadi informasi Makanan, Masakan, dan Oleh-oleh Khas Lampung yang bisa dijadikan referensi bagi anda pada saat berkunjung ke Lampung. Selamat makan dan selamat berbelanja.
SUMBER : http://www.jelajahlampung.com/2016/03/makanan-khas-lampung-yang-bikin-ngiler.html

KABUPATEN LAMPUNG TIMUR


KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
Kabupaten Lampung Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak diSukadana. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.300 km² dan berpenduduk sebesar 989.639 jiwa (sensus 2010). Kabupaten ini memiliki semboyan "Bumei Tuwah Bepadan". Saat ini, Kabupaten Lampung Timur dipimpin oleh seorang bupati dan wakilnya yakni Chusnunia Chalim dan Zaiful Bokhari karena masa jabatan bupati sebelumnya, Erwin Arifin, telah usai sebelum diadakannya pemilihan umum bupati. Kabupaten ini sebelumnya termasuk dalam Kabupaten Lampung Tengah.

Sejarah Lampung Timur[sunting | sunting sumber]

Zaman Pemerintahan Belanda[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Lampung Timur yang sekarang ini, pada zaman Pemerintahan Hindia Belanda merupakan Onder Afdeling Sukadana yang di kepalai oleh seorang controleur berkebangsaan Belanda dan dalam pelaksanaannya di Bantu oleh seorang demang pribumi/Indonesia. Onder Afdeling Sukadana terbagi atas 3 distrik, Yaitu :
  1. Onder Distrik Sukadana.
  2. Onder Distrik Labuan Maringgai.
  3. Onder Distrik Gunung Sugih.1
Masing-masing Onder Distrik dikepalai oleh asisten Demang yang berkedudukan sebagai pembantu Demang untuk mengkoordinir pesirah.
Masing-masing onder Distrik terdiri dari marga-marga, yaitu :
  • Onder Distrik Sukadana terdiri dari :
  1. Marga Sukadana
  2. Marga Tiga
  3. Marga Nuban
  4. Marga Unyai Way Seputih
  • Onder Distrik Labuhan Maringgai terdiri dari :
  1. Marga Melinting
  2. Marga Sekampung Ilir
  3. Marga Sekampung Udik
  4. Marga Subing Labuhan
  • Onder Distrik Gunung Sugih1 terdiri dari :
  1. Marga Unyi
  2. Marga Subing
  3. Marga Anak Tuha
  4. Marga Pubian
Namun, Onder Distrik Gunung Sugih adalah wilayah Kabupaten Lampung Tengah saat ini.

Zaman Pemerintahan Jepang (1942-1945)[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Lampung Tengah pada Pemerintahan Jepang merupakan wilayah Bun Shu Metro, yang terbagi dalam beberapa Bun Shu, Marga-marga dan kampung-kampung. Bun Shu dikepalai oleh seorang, Bun Shu Cho dan Bun Shu Cho. Marga di kepalai oleh marga Cho, dan kampung dikepalai oleh seorang kepala kampung.

Zaman Kemerdekaan[sunting | sunting sumber]

Setelah Indonesia merdeka, dan dengan berlakunya peraturan peralihan pasal 2 UUD 1945, maka Bun Shu Metro berubah menjadi Kabupaten Lampung Tengah yang dikepalai oleh seorang Bupati. Bupati pertama Kabupaten Lampung Tengah adalah Burhanuddin dengan masa jabatan tahun 1945 hingga 1948. Itulah sebabnya ditinjau dari perkembangan organisasi Pemerintahan maka pembagian Wilayah Lampung atas Kabupaten-Kabupaten dianggap terjadi pada zaman Pemerintahan Jepang.
Kejadian-Kejadian yang perlu di catat pada tahun 1946 s/d 1947 jumlah Marga bertambah 2 Marga yaitu :
  1. Marga Terusan Unyai
  2. Marga Selagai Lingga
Tambahan Marga ini terjadi karna adanya perubahan batas wilayah ataupun karena terjadinya perpindahan dan perkembangan penduduk.

Masa Pemerintahan Negeri (1953 s/d 1975)[sunting | sunting sumber]

Dengan di bubarkannya Pemerintah Marga sebagai gantinya di bentuk pemerintahan Negeri yang terdiri dari seorang kepala Negeri dan Dewan Negeri, Kepala Negeri di pilih oleh Dewan Negeri dan para Kepala kampong, pada masa ini di Kabupaten Lampung Tengah terdapat 9 (sembilan) Negeri, yang 5 di antaranya berada di wilayah Kabupaten Lampung Timur sekarang yaitu :
  1. Negeri Pekalongan dengan pusat pemerintahan di Pekalongan.
  2. Negeri Sribawono dengan pusat Pemerintahan Di Banar Joyo.
  3. Negeri Sekampung dengan pusat Pemerintahan di Sumbergede.
  4. Negeri Sukadana dengan pusat Pemerintahan di Sukadana.
  5. Negeri Labuhan Maringgai dengan pusat Pemerintahan di Labuhan Maringgai.
Dalam Praktik Sistem Pemerintahan Negeri tersebut di rasakan adanya kurang keserasian dengan Pemerintah Kecamatan dan keadanya ini menyulitkan Tugas Pemerintah. Oleh sebab itu Gubernur Kepala Daerah Tinggat I Lampung mulai tahun 1972 mengambil kebijaksanaan secara bertahap untuk menghapus Pemerintahan Negeri dengan jalan tidak lagi mengangkat Kepala Negeri yang telah habis masa jabatannya dan dengan demikian secara bertahap Pemerintahan negeri di Lampung Tengah hapus, sedangkan hak dan kewajiban Pemerintah Negeri beralih kepada Pemerintahan Kecamatan setempat.
Dalam rangka membantu tugas-tugas penyelenggaraan Pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Daerah Tingkat II Lampung Tengah di bagian timur maka di bentuk wilayah kerja pembantu Bupati Lampung Tengah Wilayah Timur di Sukadana yang meliputi 10 (sepuluh) Kecamatan yaitu :
  • Metro Kibang
  • Batanghari
  • Sekampung
  • Jabung
  • Labuhan maringgai
  • Way Jepara
  • Sukadana
  • Pekalongan
  • Raman Utara
  • Purbolinggo.
Untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan Pemerintah, pembangunan dan pelayanan masyarakat, serta untuk lebih meningkatkan peran aktif masyarakat, maka dipandang perlu Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Lampung Tengah ditata menjadi 3 (Tiga) Daerah Tingkat II.
Pada tahun 1999 dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1999,Wilayah Pembantu Bupati Kabupaten Lampung Tengah Wilayah Sukadana dibentuk menjadi Kabupaten Lampung Timur yang meliputi 10 (sepuluh) Kecamatan Definitif dan 13 (tiga belas) Kecamatan Pembantu.

Administrasi Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1999, diresmikan pada tanggal 27 April 1999 dengan pusat Pemerintahan di Kecamatan Sukadana. Pemda Kabupaten Lampung Timur meliputi 10 Kecamatan definitif, 13 Kecamatan Pembantu dan 232 Desa, selanjutnya dengan di tetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1999, 2 (dua) kecamatan pembantu yaitu Kecamatan Margatiga dan Sekampung Udik setatusnya di tingkatkan menjadi Kecamatan Definitif, dengan demikian Wilayah Kabupaten Lampung Timur bertambah 2 (dua) kecamatan menjadi 12 kecamatan definitif dan 11 kecamatan pembantu dan 232 desa.
Dengan di tetapkannya Peraturan Daerah No.01 Tahun 2001 dan Keputusan Bupati Lampung Timur Nomor 13 Tahun 2001 tentang pembentukan 11(sebelas) kecamatan di Wilayah Kabupaten Lampung Timur sehingga di kecamatan Kabupaten Lampung Timur sekarang berjumlah 24 kecamatan definitif dan 232 desa.Dengan Keputusan Bupati 232 defininitif can desa persiapan.
Dengan Keputusan Bupati Lampung Timur No 19 Tahun 2001 dan No 06 Tahun 2002 maka jumlah desa di Kabupaten Lampung Timur sebanyak 232 desa definitif dan desa persiapan.Dengan Keputusan Bupati Lampung Timur Nomor 13 Tahun 2003 Tanggal 10 desember 2003 tentang perubahan status dan desa menjadi Kelurahan, maka 5 desa dalam Kecamatan Sukadana berubah menjadi kelurahan yaitu Pasar Sukadana, Sukadana Ilir, Negara Nabung, Sukadana dan Mataram Marga.
Sedangkan sekarang jumlah desa / kelurahan yang ada di Kabupaten Lampung Timur sebanyak 241,yang terdiri dari 227 desa definitif, 5 Kelurahan, 9 desa persiapan.adapun kecamatan-kecamatan di Kabupaten Lampung Timur yaitu:

Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur dari masa ke masa[sunting | sunting sumber]

Sejak berdirinya Kabupaten Lampung Timur tahun 1999 sampai sekarang telah dijabat oleh 6 Bupati;
Daftar Bupati Lampung Timur[4]
NoNama BupatiDariSampaiKeterangan
1Hi. Muhamad Nurdin,SH19992000-
2Ir.Hi. Irfan N.Djafar,CES20002002-
3Hi. Bahusin MS20022005-
4Syaiful Anwar,S.H.20052005-
5Hi. Satono SH,SP.20052011 (penonaktifan)
2012 (pemberhentian permanen)
Bupati dua periode. Dinonaktifkan karena kasus Korupsi.[5][6]
6Erwin Arifin, SH, MH2011 (sebagai Plt. Bupati)
2012 (sebagai bupati definitif)
2012 (sebagai Plt. Tugas)
2 September 2015 (sebagai bupati definitif)
Dilantik sebagai bupati pada tanggal 30 Mei 2012, menggantikan bupati Satono yang diberhentikan[7]
-Tauhidi2 September 2015 (sebagai Plt. Bupati)17 Februari 2016Pelaksanaan dari Undang-undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, sekaligus untuk mengakomodir Pasal 201 ayat (9) bahwa ”untuk mengisi kekosongan jabatan Bupati/Walikota diangkat penjabat Bupati/ Walikota yang berasal dari jabatan pimpinan tinggi pratama sampai dengan pelantikan Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota.[8]
7Chusnunia Chalim17 Februari 2016sampai sekarangBupati Wanita Lampung Timur pertama

Geotopografi Lampung Timur[sunting | sunting sumber]

Pemekaran Daerah[sunting | sunting sumber]

Wacana Pemekaran Kabupaten Lampung Tenggara. Sejumlah pihak dari tokoh masyarakat Kabupaten Lampung Timur sedang mendorong pemekaran otonomi daerah Tingkat II, karena melihat dari luas, jumlah penduduk dan kurangnya pemerataan maka diusulkan pemekaran Kabupaten Lampung Tenggara. Kabupaten Lampung Tenggara meliputi 13kecamatan seperti,
  • Kecamatan Bandar Sribhawono
  • Kecamatan Braja Slebah
  • Kecamatan Gunung Pelindung
  • Kecamatan Jabung
  • Kecamatan Labuhan Maringgai
  • Kecamatan Labuhan Ratu
  • Kecamatan Melinting
  • Kecamatan Pasir Sakti
  • Kecamatan Sekampung Udik
  • Kecamatan Waway Karya
  • Kecamatan Way Jepara

Geografis[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, Kabupaten Lampung Timur terletak pada posisi : 105015' BT-106020'BT dan 4037'LS -5037' LS. Kabupaten Lampung Timur memiliki luas wilayah kurang lebih 5.325,03 KM2 atau sekitar 15% dari total wilayah Provinsi Lampung (total wilayah Lampung seluas 35.376 KM2). Ibukota Kabupaten Lampung Timur berkedudukan di Sukadana.
Secara administratif Kabupaten Lampung Timur berbatasan dengan :

Topografi[sunting | sunting sumber]

Dari segi tofografi, kabupaten Lampung Timur dapat dibagi menjadi lima daerah, yaitu :
  • Pertama, daerah berbukit sampai bergunung terdapat di Kecamatan Jabung, Sukadana, Sekampung Udik, dan Labuhan Maringgai.
  • Kedua, daerah berombak sampai bergelombang, yang dicirikan oleh bukit-bukit sempit, dengan kemiringan antara 8% hingga 15% dan ketinggian antara 50-200 Meter diatas permukaan laut (dpl).
  • Ketiga, daerah dataran alluvial, mencakup kawasan yang cukup luas meliputi kawasan pantai pada bagian timur dan daerah-daerah sepanjang sungai way Seputih dan Way Pengubuan. Ketinggian kawasan tersebut berkisar antara 25-75 Meter dpl dengan kemiringan 0-3%.
  • Keempat, daerah rawa pasang surut disepanjang pantai timur dengan ketinggian 0.5-1 Meter dpl.
  • Kelima, daerah aliran sungai (DAS) yaitu, Seputih, Sekampung dan Way jepara.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Iklim Kabupaten Lampung Timur berdasarkan Smith dan Ferguson termasuk dalam kategori iklim B, yang dicirikan oleh bulan basah selama 6 bulan yaitu Desember-Juni dengan temperatur rata-rata 24-340C. Curah hujan merata tahunan sebesar 2000–2500 mm. Sedangkan menurut Oldeman (1979), iklim Kabupaten Lampung Timur temasuk tipe C2 dengan jumlah bulan basah 5-6 bulan dan bulan kering 2-3 bulan.

Geologi[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Lampung Timur dapat digolongkan ke dalam empat jenis struktur geologi, yaitu :
  • Endapan permukaan yang sebagian besar terdapat di sepanjang timur. Wilayah ini terdiri dari dataran rawa dan pasang surut yang terbentuk dari sediment holosen yang mengandung liat marine, endapan sungai dan rawa, serta endapan pasir pantai.
  • Batuan gunung api yang meliputi hampir seluruh wilayah Kabupaten Lampung Timur, terdiri dari endapan gunung api (Qhw), tufa Lampung (Qlv), dan andesit tua (Tov). Batuan-batuan ini membentuk tanah latasol dan padsolik yang memiliki tingkat kesuburan tanah rendah.
  • Batuan sedimen, sebagian besar terdapat di bagian utara dan selatan wilayah Kabupaten Lampung Timur.
  • Batuan Beku, banyak terdapat di bagian selatan Kabupaten Lampung Timur.
  • SUMBER : https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Lampung_Timur